Saturday, September 11, 2010

Jalanan Macet 7 KM!

Di hari kedua lebaran, suasana di Gadingmangu tampak sedikit ramai dikarenakan banyak orang berlalu-lalang di jalan untuk bersilaturrohim. Berbeda dengan kondisi sebelumnya terutama sejak malam pertama dimulainya i'tikaf. Di pagi hari jalanan lengang, sangat sepi seperti kota mati. Disamping karena orang-orang istirahat setelah i'tikaf, juga karena siswa-siswi pondok sudah pulang ke daerahnya masing-masing. Seandainya mereka tidak pulang, sekitar 3000 orang masih memadati Gadingmangu.

Kondisi ramai tidak jauh berbeda dengan jalan raya perak-kertosono, kendaraan sangat padat. Bahkan untuk sekedar menyebrang jalan menuju pom bensin saja susahnya bukan main. Pada sore hari berdasarkan pantauan teman-teman Senkom di lapangan, jalan raya Perak sampai dengan Tsamaniya Kertosono terjadi kemacetan parah. Kemacetan ini disebabkan karena antrian kendaraan yang melewati rel kereta api di Kertosono. Kondisi jalan yang menyempit membuat kendaraan harus berjalan satu jalur untuk menuju arah Kertosono. Yang kedua dikarenakan kereta yang lewat sehingga membuat antrian kendaraan menumpuk. Dan yang ketiga banyak kendaraan yang tidak sabar, terutama bis sehingga membuat kemacetan semakin parah.

Saking parahnya kemacetan, arah Perak - Kertosono yang biasanya 2 jalur menjadi 4 jalur dan hanya menyisakan satu jalur bagi kendaraan dari arah sebaliknya. Terlihat juga 1-2 orang polisi yang mengatur lalu lintas tapi tampaknya mereka tidak bisa berbuat banyak untuk mengurai kemacetan.

Lebaran tahun ini terlihat didominasi oleh pengendara motor. Dan mobilpun tampaknya mengalami peningkatan. Tapi jalan tidak bertambah lebar atau tidak ada alternatif lagi. Mungkin beberapa tahun ke depan, bila pemerintah tidak bertindak, jalan di daerah pun akan seperti di ibukota macetnya terutama pada saat mudik.

Sholat Ied di Gadingmangu

Gadingmangu, Seperti tahun-tahun sebelumnya sholat Iedul Fitri tahun 2010 ini dilaksanakan di lapangan halaman Masjid Luhur Nurhasan. Lapangan yang berada di sebelah timur masjid itu dipenuhi dengan Jama'ah sholat Ied dan bahkan meluber sampai dengan aula yang hampir-hampir juga tidak cukup untuk menampung luberan orang-orang yang ingin mengikuti sholat Ied.

Bertindak selaku Imam dan Khotib adalah Bapak H. Sholihun, dan terlihat juga di barisan depan Bapak H. Abdul Syukur dan Bapak H. Abdurrahman Ihsan. Di dalam nasehat yang disampaikan setelah khotbah Bp. H. Sholihun mengingatkan tentang pentingnya silatul arham pada momen hari raya. Karena pada hari raya, umumnya orang bersantai di rumah berkumpul bersama keluarga tidak pergi bekerja sehingga mudah untuk ditemui. Dibeberkan pula tentang sunah Rasul ketika momen hari raya bertepatan dengan hari Jum'at. "Ketika hari raya bertepatan dengan hari Jum'at, maka solat Jum'at menjadi sunah tetapi tetap wajib melaksanakan sholat dhuhur. Akan tetapi Rasul melaksanakan sholat Jum'at, katanya. Oleh karena itu, diusahakan bagi Jama'ah yang tinggalnya berdekatan dan juga tidak jauh dari Masjid untuk tetap melaksanakan sholat Jum'at, imbuhnya lagi.

Sedangkan sholat Jum'at Imam dan Khotibnya adalah Ustadz Agus Narto, dan nasehat setelah sholat diliburkan untuk memberi kesempatan kepada para Jama'ah untuk melanjutkan silatul arham.

Thursday, September 9, 2010

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H

Happy Ied Mubarok, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H kepada seluruh pembaca dan pengunjung blog mbahman-gadingmangu, TAQOBBALALLOHU MINNA WAMINKUM. Semoga seluruh amal kebaikan kita selama bulan suci Ramadhan diterima oleh Alloh swt.

Beribu maaf pun tidak lupa kami sampaikan atas semua khilaf baik yang disengaja maupun tidak berharap di hari yang fitri kita semua benar-benar merdeka dari segala hal-hal yang jelek. Menjadi para pemenang untuk mencapai derajat yang tinggi di sisi-Nya. Amin.

Saksi Terbentuknya Muhajirin Gadingmangu Itupun Pergi

Ibu Hj. Fatimah akhirnya meninggal dunia menyusul sang suami H. Bei Prawironoto yang dikenal dengan sebutan mbah lurah, pada hari Selasa, 07 September 2010 setelah dirawat selama 3 hari di RSUD Jombang. Almarhumah meninggal dunia pada umur 80 tahun dan meninggalkan 8 orang anak (1 orang sudah mendahului meninggal dunia (H. Beidowi)), 36 cucu dan 48 cicit.

Beliau adalah saksi dimana H. Nurhasan pertama kali mengikrarkan gadingmangu sebagai tanah muhajir untuk membentuk komunitas muslim untuk warga LDII.

Jenazah dimakamkan di pemakaman desa setempat setelah sholat dhuhur yang dihadiri ratusan jama'ah yang mengantarkan sampai ke peristirahatan terakhir. Teriring do'a semoga amal baiknya diterima oleh Alloh swt dan diampuni semua kesalahannya. Amin.

Selamat jalan Ibu.

Sunday, September 5, 2010

Umat Islam Kecam Rencana Hari Bakar Alquran di Amerika

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) bersama beberapa ormas Islam di DKI Jakarta yang dikoordinir Dewan Masjid Indonesia (DMI) mendesak pemerintah untuk tidak tinggal diam menghadapi rencana aksi pembakaran Alqur’an secara massal di Dove World Outrech Center, sebuah gereja yang ada di Florida, Amerika Serikat, pada 11 september ini.

Bahkan, pemerintah diminta untuk menyampaikan nota keberatan kepada pemerintah AS terhadap rencana provokatif tersebut. ''Sebelum terlambat pemerintah seharusnya berkomunikasi kepada pemerintah AS dalam rangka melaksanakan amanah pembukaan UUD 45 untuk ikut serta menciptakan perdamaian dunia dengan mencegah rencana tersebut,'' ujar Ketua Umum DPP LDII, Abdullah Syam, di sela-sela i'tikaf dan doa bersama di Masjid Istiqlal Jakarta, Rabu (1/9).

Abdullah Syam mengingatkan, jika tindakan itu benar-benar terjadi maka akan menimbulkan dampak yang luar biasa bukan hanya di dunia tapi juga di Indonesia. Bisa jadi, ujarnya, umat Islam di Tanah Air akan melakukan tindakan balasan. Menurutnya, dalam waktu dekat mereka  juga akan menyampaikan surat keberatan dan kecaman atas rencana aksi itu kepada Kementerian Luar Negeri Indonesia untuk diteruskan kepada pemerintah AS. ''Mungkin dalam satu atau dua hari ini surat akan kita kirimkan,'' ungkapnya .

Sebagai negara berpenduduk Islam terbesar di dunia, Abdullah Syam mengatakan, Indonesia seharusnya dapat banyak berperan aktif dalam menjaga harmonisasi hubungan antara umat Muslim dan non-Muslim. ''Peran ini harus lebih digiatkan oleh Indonesia sehingga isu negatif yang senantiasa dilontarkan dunia barat terhadap Islam dapat di hilangkan,'' cetusnya.

Dalam deklarasi HAM yang telah disepakati seluruh bangsa-bangsa telah termuat bahwa setiap manusia mempunyai hak untuk menganut agama yang mereka inginkan dan berhak untuk membela agamanya. Abdullah Syam menjelaskan, hal ini harusnya disadari oleh pihak-pihak yang berupaya untuk merusak Islam. Oleh karena itu, lembaga-lembaga gereja harus menyadari betul mengenai fungsi dan peran mereka dalam menjaga harmonisasi hubungan antar umat beragama.
[http://www.republika.co.id]